Rabu, 06 April 2016

Lembar 157

bodoh
aku tak bodoh
menyikapimu tak pernah ceroboh

tahu
aku cukup menahu
permainan picikmu itu

aku hanya berperan
ikuti permainan
kepalsuanmu sungguh ku tahu
namun ku tetap membisu

marah
untuk apa marah
menaikan tensi darah

tenang
bermain dan menang
detik detik tegang

aku hanya berperan
ikuti permainan
menang dan berlalu
menunggu kau puas menipu