Rabu, 06 April 2016

Lembar 152

kulihat kosong dimatamu
penuh goncang
butuh penopang

kulihat sedih dalam diammu
semburut miris
semayam tangis

paras hati
jurang tepi
kentara semuanya jelas terbaca

senangmu
sedihmu
jelas terpantul seperti kaca

bukan aku kekasihmu
bukan pula penyanjungmu
bila wanita berbalut lara
siapa lelaki yang kan tega

membiarkanmu dalam kekosongan dan hampa
bukankah setan tertawa kala insan bermuram durja