kulihat kosong dimatamu
penuh goncang
butuh penopang
kulihat sedih dalam diammu
semburut miris
semayam tangis
paras hati
jurang tepi
kentara semuanya jelas terbaca
senangmu
sedihmu
jelas terpantul seperti kaca
bukan aku kekasihmu
bukan pula penyanjungmu
bila wanita berbalut lara
siapa lelaki yang kan tega
membiarkanmu dalam kekosongan dan hampa
bukankah setan tertawa kala insan bermuram durja