Rabu, 30 Maret 2016

Lembar 188

         semenjak aku pagi
         kesepian pagi memendam
         separuh dari kesunyian malam
         namun tak banyak yang nikmati
         sayang sekali dilewati
sibuknya lalu lalang
pusat kota parahiyang
aku hitam masih kopi
membelai cangkir api
jalanan memadat cepat
bising mulai semburat
pulas saja aku menepi
menunggu kembali malam sepi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar