Rabu, 12 Oktober 2016

Lembar 117 & 118

Lembar 117



terbangun dipasir putih
kesadaranku belum pulih
matahari meninggi sudah
namun daya masihlah lelah

terekam birahi saling menindih
erangan nikmat berpadu kasih
panas membakar gairah
namun mengaduk rasa bersalah

beri hangat himpitan
berlalu pergi tanpa pelukan
pendam begitu saja menjadi kenangan
pergi tanpa keutuhan

apa yang kau inginkan
ketika kau beri apa yang kau pertahankan
aku menyesal saksiku awan berawan
kenapa kau pergi tanpa keutuhan
Lembar 118



kuhirup lagi dentuman ombak
lepas jengah berteriak
deru angin perlahan menyibak

kenangan seakan
berterbangan bersama awan
melimbungkan

berarak
pergi tanpa jejak
tak sanggup mengelak

sinar ombak berkilauan
seakan haru dipandangan
tak luput kau dan bayangan