Lembar 117
terbangun dipasir putih
kesadaranku belum pulih
matahari meninggi sudah
namun daya masihlah lelah
terekam birahi saling menindih
erangan nikmat berpadu kasih
panas membakar gairah
namun mengaduk rasa bersalah
beri hangat himpitan
berlalu pergi tanpa pelukan
pendam begitu saja menjadi kenangan
pergi tanpa keutuhan
apa yang kau inginkan
ketika kau beri apa yang kau
pertahankan
aku menyesal saksiku awan berawan
kenapa
kau pergi tanpa keutuhan
Lembar 118
kuhirup lagi dentuman ombak
lepas jengah berteriak
deru angin perlahan menyibak
kenangan seakan
berterbangan bersama awan
melimbungkan
berarak
pergi tanpa jejak
tak sanggup mengelak
sinar ombak berkilauan
seakan haru dipandangan
tak luput
kau dan bayangan