Lembar 123
gemerlap dunia
gemulai dayanya
terus berganti
tak pernah berhenti
sepi tak tampak
suasana pun berantak
tiada lagi kesan klasik
tiap sudut penuh berisik
lautan cahaya
lentera kota
terus berdiri
tak pernah berhenti
yang lama kumuh
yang lampau terbunuh
nyata buainya bukan ilusi
namun pernahkah kan abadi
Lembar124gemerlap dunia
gemulai dayanya
terus berganti
tak pernah berhenti
sepi tak tampak
suasana pun berantak
tiada lagi kesan klasik
tiap sudut penuh berisik
lautan cahaya
lentera kota
terus berdiri
tak pernah berhenti
yang lama kumuh
yang lampau terbunuh
nyata buainya bukan ilusi
namun pernahkah kan abadi
namamu melekat
sanubari dasar jiwa
menyusuri hikayat
menyelami makna cinta
mungkinkah berbaur
di padang tak subur
namun tak pernah ku dulukan
elokmu dari semua pandangku
ketika kau menguji pelan
kesungguhan terkikis layu
oh panji kelembutan
makna cinta kurenungkan
jika rasa langkah terasing
tempat kembali merajuk padamu
rasa rindu yang mengering
teduh sejenak merasuk kalbu
datang dan pergi tanpa mengerti
arti cintamu yang abadi