Jumat, 20 Mei 2016

Lembar 123 & 124

Lembar 123

gemerlap dunia
gemulai dayanya
terus berganti
tak pernah berhenti

sepi tak tampak
suasana pun berantak
tiada lagi kesan klasik
tiap sudut penuh berisik

lautan cahaya
lentera kota
terus berdiri
tak pernah berhenti

yang lama kumuh
yang lampau terbunuh
nyata buainya bukan ilusi
namun pernahkah kan abadi
 Lembar124

namamu melekat
sanubari dasar jiwa
menyusuri hikayat
menyelami makna cinta

mungkinkah berbaur
di padang tak subur

namun tak pernah ku dulukan
elokmu dari semua pandangku
ketika kau menguji pelan
kesungguhan terkikis layu

oh panji  kelembutan
makna cinta kurenungkan

jika rasa langkah terasing
tempat kembali merajuk padamu
rasa rindu yang mengering
teduh sejenak merasuk kalbu

datang dan pergi tanpa mengerti
arti cintamu yang abadi