Rabu, 06 April 2016

Lembar 143

selalu iri bergumul diam
berbinar bangga
berdecak kagum
bersembunyi dibalik senyum palsu

serasa langkahku terhenti
dilewatkannya
tanpa permisi
dan aku terlalu mentah bersaing berlomba

cemas takut juga merasa gugup
keringat dingin
manabisa tenang seperti beringin

tangan ku tak henti menepuk nepuk
sang juara
sang penakluk
selama kau ada mana mungkin ku berjaya