selalu iri bergumul diam
berbinar bangga
berdecak kagum
bersembunyi dibalik senyum palsu
serasa langkahku terhenti
dilewatkannya
tanpa permisi
dan aku terlalu mentah bersaing berlomba
cemas takut juga merasa gugup
keringat dingin
manabisa tenang seperti beringin
tangan ku tak henti menepuk nepuk
sang juara
sang penakluk
selama kau ada mana mungkin ku berjaya