Rabu, 30 Maret 2016

Lembar 191

aku menunggu
gelap, remang, seram menunggu
tiup badai memorak, menunggu
kilat, gelegar petir, menunggu
guncang bumi, masih menunggu
                 namun apalah aku
                 lupa untuk menunggu
                 lupa untuk merindu
                 lupa daya terbius semu
                 aku malu
punya apa ini aku
mimpi tiada menahu laju
arah tiada tahu menuju
mengulang ulang semu
lupa waktu gemari candu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar